Rabu, 31 Desember 2014

Entah mana yang lebih sakit, menuruti egoku atau melihat mu bersamanya

Aku menyesal membiarkan mu mengenalnya, apa kamu tau? Aku sama sekali gatau harus kaya gimana sekarang ini. Kenapa kamu meminta ku untuk tetap tinggal? Sedangkan kamu pergi meninggal kan aku. Bagaimana kalau kalian saling memiliki perasaan? Apa kamu tidak tahu kalau dia adalah teman ku? Bahkan dia teman terbaik ku. Atau kamu pura-pura tidak tahu? Tapi.. Apa teman terbaik tahu tentang apa yang aku rasakan? Seharusnya aku tidak berpura-pura mengabaikan mu didepannya. Mungkin salah ku, tapi bukan kah kamu pernah merasakan bagaimana perasaan seseorang ketika melihat seseorang yang masih kita sayangi, menjadi miliknya teman terbaik kita? Aku tidak mengerti apa yang kau fikirkan. Kurasa kau hanya memikirkan perasaanmu. Benar tidak?
Kamu harus tahu, ketika aku membiarkan semua ini terjadi, itu karena aku menyayangimu, dan ini cara ku menyayangi mu. Mungkin aku salah, mencintai mu tanpa menuntut sesuatu. Aku bukan tipe orang yang ingin melihat orang lain menderita untuk membuat aku bahagia. Itu sebabnya aku membiarkan kamu melakukan apapun yang kamu suka, walaupun kamu harus menyakiti hati ku. Sekarang aku gatau harus kaya gimana.. Menurutmu, apa yang pantas ku dapat dari semua cara ku yang salah ketika mencintai mu? Rasanya aku ingin sekali marah dengan kalian. Tapi apa masih pantas?

Miss You

Tuhan, aku kangen banget sama dia.. Yang biasanya cerita ke dia kalo ada apa apa, cerita soal nilai, cerita soal tugas, saling sharing. Berbagi pendapat. Debat yang gapenting. Ngambek karena hal sepele. Berantem.... Kalo dia ngambek, marah, lucu banget deh. Hahaha. Kangen di kelitikin sama dia, dibilang kepo, dibikin kepo. Waktu dia mau kasih surprise tapi ternyata gagal karna kelbi aku paksa untuk kasih tau aku hahaha. Kamu yang jagain aku, kamu yang bikin aku nyaman. 
 
Aku cuma mau semuanya balik lagi kaya dulu, aku mau dia peduliin aku lagi, aku mau dia nyanyi untuk aku lagi, aku mau dia bikinin surat surat aneh untuk aku lagi, aku mau dia jemput aku lagi, aku mau dia cemburu lagi sama aku, aku mau dia marah lagi, aku mau dia ada untuk aku.... Aku mau dia yang dulu.... Aku mau kita baik baik aja... Inget waktu pertama kali kita jalan ga? Iya, awalnya kamu temenin aku test masuk sekolah. Kita makan, kamu anter aku pulang kerumah oma aku. Tapi ternyata mama ku ga ada di sana, aku minta jemput sama temenku dan ternyata kamu juga jemput, sayangnya aku udah pulang. 
 
Aku juga inget, dia cowo pertama yang aku kenalin ke mama aku. Aku seneng waktu mama juga suka sama dia, waktu mama cerita tentang masa kecil aku ke dia. Waktu mama terima dia dengan baik kalo main kerumah. Cuma dia yang berhasil bikin aku jatuh cinta. Aku inget dia kasih aku bunga mawar waktu aku ngambek karna ternyata dia gajadi jemput aku. Aku inget dia dateng kesekolah aku cuma untuk ngeliat aku dan bilang kalo dia ada jadwal kuliah, padahal lewat bbm juga bisa. Aku inget dia setiap pagi anterin bekel untuk aku ke sekolah, dan pulang kuliah dia selalu kerumah aku untuk ambil tempat makannya. 
 
Aku inget waktu kita jalan-jalan ke gunung, untuk pertama kalinya aku di ajak sama pacar aku ke tempat yang 'aku banget'. Aku inget dulu sebelum dia masuk kuliah, dia selalu jemput aku di sekolah dan ngajak makan. Aku inget dia yang selalu mau lama-lama sama aku. Aku inget dia nulis sesuatu untuk aku waktu tanggal 18 juli, dia minta aku baca itu kalau umur aku udah 15 tahun. Tapi malah aku baca duluan.
Aku inget dia marah sama aku karna aku pulang dianter temen dan dia dateng kerumah aku dan marah-marah tapi akhirnya kita baik-baik aja. Dia gapernah kasar sama aku, dia orang yang paling yang aku kenal. Aku inget juga waktu dia kasih aku cincin tapi ternyata kebesaran, aku juga inget dia kasih aku gelang yang di beli sepasang warna ungu dan di kasih waktu lagi nonton bioskop. 
 
Aku inget, untuk terakhir kalinya kita nonton bareng, dan disitu juga pertama kalinya dia genggam tangan aku. Aku inget, kamu selalu kasih jaket kamu ke aku. Ga ada yang aku ga inget tentang kita, aku inget semuanya. Lebih dari ini. Dan untuk pertama kalinya diabener-bener nyiksa aku, dia ninggalin aku, dia pergi. Dan aku gaboleh lagi ganggu hidup dia, aku gaboleh lagi kenal sama dia. Tapi dia bilang, kita akan ketemu delapan tahun lagi. Aku kangen banget sama dia, kangen cerita cerita lagi sama dia. Tapi aku gaberharap dia balik lagi ke aku, aku cuma berharap waktu bisa terulang. Karena belum tentu semua akan sama sekalipun kamu balik ke aku lagi. Kamu harus tau, aku sayang banget sama kamu. Gasabar untuk ketemu kamu delapan tahun lagi.